DOKUMENTASI DI SAWUNGGALING
Joko Berek nama kecilnya. Setelah berhasil memenangkan lomba jumparingan dan babat alas Nambas Kelingan, Joko Berek mendapatkan gelar Raden Sawunggaling. Joko Berek lahir di suatu pernikahan bebas bernama Widadonowati yang sekarang disebut Lidah Wetan. Ayahnya seorang Tumenggung di Surabaya bernama Panji Sulairemo bergelar Cakromo Ketiga. Ibunya seorang wanita darah biru keturunan kerajaan Mataram bernama Raden Ayu Dewi Sangkran. Joko Berek lahir pada tahun 1700-an saat nusantara di bawah kendali Mataram Kartosuro yang sedang mengalami masa sulit akibat perjanjian Jepara tahun 1677...
Setelah dewasa, Raden Sawunggaling dikenal sebagai sosok gagah berani, cerdas, dan berjiwa kepemimpinan tinggi. Ia menjadi simbol perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajahan, serta tokoh yang menegakkan keadilan di masa penuh konflik tersebut. Legenda tentangnya hidup terus di masyarakat hingga kini, sebagai wujud penghormatan terhadap keberanian dan kebijaksanaannya.