BIKANG

Deskripsi
Bikang merupakan jajanan tradisional berbentuk bunga mekar khas Jawa yang terbuat dari tepung beras. Kue ini terkenal karena teksturnya yang lembut, kenyal, dan rasanya yang manis gurih. Bikang sering dijumpai di pasar tradisional, acara pernikahan, hingga arisan sebagai hidangan penutup yang disukai berbagai kalangan. Bentuknya yang mekar dan berwarna-warni melambangkan kegembiraan dan harapan baik.
Komposisi Bahan:
Bahan utama:
1. 250 gram tepung beras
2. 50 gram tepung terigu protein sedang
3. 200 gram gula pasir
4. 600 ml santan (dari 1 butir kelapa)
5. 1 lembar daun pandan
6. 1/2 sendok teh garam
7. Pewarna makanan (merah muda, hijau, kuning, atau sesuai selera)
Langkah-langkah Pembuatan:
Estimasi waktu pembuatan: ± 90 menit (termasuk waktu mendiamkan adonan)
Porsi hasil jadi: 12–15 buah
1. Rebus santan, gula, garam, dan daun pandan hingga mendidih sambil terus diaduk. Dinginkan.
2. Campurkan tepung beras dan tepung terigu. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan licin.
3. Diamkan adonan selama ± 1 jam hingga mengembang.
4. Bagi adonan menjadi beberapa bagian dan beri pewarna makanan yang berbeda.
5. Panaskan cetakan bikang, lalu tuang adonan utama (tanpa warna). Setelah setengah matang, tuang adonan berwarna di atasnya.
6. Panggang hingga matang dan muncul "serat" di permukaan kue. Angkat dan biarkan dingin.
7. Setelah dingin, congkel bagian tengah bawah kue menggunakan bibir gelas kecil untuk membuat bentuk mekar seperti bunga.
Cita Rasa:
Bikang memiliki cita rasa manis yang pas dengan sentuhan gurih dari santan, serta aroma harum pandan yang khas. Teksturnya lembut di dalam dan sedikit kenyal.
Harga:
- Kp per buah
Penyajian:
Bikang disajikan sebagai kudapan ringan, teman minum teh, atau bagian dari snack box di berbagai acara.
Informasi Alergi:
Mengandung bahan dasar santan (kelapa) dan gluten (tepung terigu).