LONTONG BALAP

Deskripsi
Lontong Balap merupakan makanan tradisional khas Surabaya, Jawa Timur, yang telah dikenal sejak masa kolonial dan menjadi ikon kuliner kota tersebut. Hidangan ini biasa dijajakan di warung kaki lima hingga pasar rakyat. Nama “lontong balap” konon berasal dari kebiasaan para penjualnya dahulu yang berlomba-lomba menuju lokasi jualan di Pasar Wonokromo. Makanan ini mencerminkan cita rasa khas masyarakat pesisir yang sederhana namun kaya akan bumbu rempah (Wawancara dengan Bu Suwarti, Pasar Lidah Ndonowati, 2025).
Komposisi Bahan:
5 buah lontong (iris bulat)
200 gram tauge (rebus sebentar)
100 gram tahu goreng (potong dadu kecil)
2 sendok makan lentho (perkedel kacang tolo)
2 siung bawang putih (haluskan)
1 liter kaldu sapi atau ayam
2 sendok makan kecap manis
1 sendok teh garam
½ sendok teh merica bubuk
Bawang goreng secukupnya untuk taburan
Langkah-langkah Pembuatan:
Estimasi waktu pembuatan: ± 60 menit
Porsi hasil jadi: 4–5 porsi
1. Siapkan kaldu dalam panci, masukkan bawang putih halus, garam, merica, dan kecap manis. Masak hingga mendidih.
2. Goreng tahu hingga berwarna keemasan, lalu tiriskan.
3. Siapkan piring saji, tata irisan lontong di bagian bawah.
4. Tambahkan tauge rebus, tahu goreng, dan lentho di atasnya.
5. Siram dengan kuah panas yang telah dibumbui.
6. Taburi bawang goreng agar menambah aroma gurih.
7. Hidangkan selagi hangat bersama sambal petis bagi yang menyukai rasa pedas.
Cita Rasa:
Lontong Balap memiliki perpaduan rasa gurih, sedikit manis, dan aroma petis yang khas. Tekstur lembut lontong berpadu dengan renyahnya tauge dan gurihnya lentho menciptakan sensasi rasa yang seimbang di setiap suapan.
Harga:
8 Kp
Penyajian:
Lontong Balap sering dijumpai di pasar-pasar tradisional, pusat kuliner Surabaya, hingga acara masyarakat seperti hajatan dan festival kuliner. Hidangan ini biasanya disajikan di piring beralas daun pisang untuk menambah aroma khas tradisional.
Informasi Alergi:
Mengandung kedelai (tahu), kacang tolo (lentho), dan petis udang