LUPIS

Deskripsi
Lupis merupakan makanan tradisional khas Jawa yang telah dikenal luas di berbagai daerah, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Makanan ini melambangkan kesederhanaan dan kearifan lokal masyarakat Jawa dalam mengolah bahan-bahan alam menjadi sajian yang lezat dan bernilai budaya tinggi. Lupis biasanya disajikan dalam acara tradisional seperti syukuran, pasar pagi, maupun slametan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan masyarakat (Wawancara dengan Bu Rus, Pasar Lidah Ndonowati, 2025).
Komposisi Bahan:
250 gram beras ketan putih (rendam ±3 jam)
Daun pisang secukupnya (untuk membungkus)
½ sendok teh garam
100 gram kelapa parut (kukus sebentar agar tidak cepat basi)
150 gram gula merah (disisir halus)
100 ml air bersih
Langkah-langkah Pembuatan:
Estimasi waktu pembuatan: ± 60 menit
Porsi hasil jadi: 4–5 porsi
1. Cuci bersih beras ketan, lalu rendam selama beberapa jam dan tiriskan.
2. Tambahkan sedikit garam, kemudian bungkus beras ketan menggunakan daun pisang berbentuk segitiga atau silinder.
3. Kukus bungkusan lupis selama ± 45 menit hingga matang dan padat.
4. Sementara itu, buat saus gula merah dengan cara merebus gula merah dan air hingga kental.
5. Setelah matang, keluarkan lupis dari bungkus daun pisang.
6. Gulingkan lupis pada kelapa parut yang telah dikukus.
7. Siram dengan gula merah cair sebelum disajikan.
Cita Rasa:
Lupis memiliki tekstur lembut dan kenyal dengan perpaduan rasa gurih dari kelapa serta manis legit dari gula merah cair. Cita rasanya sederhana namun menggugah selera, khas jajanan pasar tradisional Jawa.
Harga:
2 Kp
Penyajian:
Lupis sering dijumpai di pasar pagi, acara syukuran, serta tradisi slametan masyarakat Jawa. Hidangan ini tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi bagian dari warisan kuliner Nusantara yang perlu dilestarikan.
Informasi Alergi:
Mengandung kelapa dan gula merah