TAPE KETAN

Deskripsi
Tape ketan merupakan makanan tradisional khas Indonesia yang dibuat dari beras ketan yang difermentasi menggunakan ragi yang dikenal dengan sebutan ragi tapai. Makanan ini telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner Nusantara dan sering disajikan dalam acara adat atau perayaan tertentu (Wawancara dengan Ibu Sunia, Pedagang Pasar Lidah Ndonowati, 2025).
Komposisi Bahan:
500 gram beras ketan putih atau hitam
½ sendok teh ragi tape (haluskan)
Daun pisang secukupnya untuk membungkus
Langkah-langkah Pembuatan:
Estimasi waktu: ± 3 hari (termasuk fermentasi)
Porsi hasil jadi: ± 10 bungkus kecil tape ketan
1. Cuci bersih beras ketan, lalu rendam selama ± 4 jam.
2. Kukus beras ketan hingga setengah matang, kemudian angkat dan siram dengan air panas.
3. Kukus kembali hingga matang, lalu angkat dan dinginkan.
4. Taburkan ragi tape secara merata pada ketan yang telah dingin.
5. Bungkus dengan daun pisang, lalu simpan dalam wadah tertutup selama 2–3 hari untuk proses fermentasi.
6. Setelah matang dan berair, tape ketan siap disajikan.
Cita Rasa:
Tape ketan memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis alami dan sedikit asam, serta aroma khas hasil fermentasi yang harum.
Harga:
1 Kp per bungkus
Penyajian:
Tape ketan biasanya disajikan dalam balutan daun pisang untuk menjaga aroma dan kesegarannya. Di Pasar Lidah Ndonowati, tape ketan menjadi salah satu jajanan pasar yang populer, sering disantap sebagai camilan sore atau hidangan penutup pada acara keluarga dan adat.
Informasi Alergi:
Mengandung ragi dan hasil fermentasi